Rabu, 04 Maret 2015

KOMODO bukan KOMEDO ( Ngegembel cantik ke pulau komodo)


Berburu Bis Gratis dan tebar racun trip

TRIP PULAU KOMODO
hi..hi…sahabat jalan, tulisan kali ini adalah perjalanan gw n genk ke pulau komodo. Akhirnya terealisasi juga kres perjalanan ketempat ini. Seperti biasa perjalanan panjang pasti dilibur lebaran, itu artinya berburu transportasi gratis alian ikutan mudik gratis.

Kalau tahun2 sebelumnya dapat gratisan dari kantor uli, tp tahun ini (2014) kantor tempat uli kerja ga ngadain mudik gratis lagi. Bingung dan bengong, putar otak, cari link sana sini, ehhh.. Tuhan itu baik, ada satu pria yang berhasil kena racun trip gembel utk tahun ini, bagaz. Yap namanya bagaz, doi kerja di indom***.   

Perusahan waralaba ini setiap tahun selalu ngadain mudik bareng, kami pun dpt jatah mudik bareng ke jogja berkat kawan satu ini. Kenapa jogja? Krn tujuan terjauh adalah jogja dan solo, bukan Surabaya, jadi mau ga mau milih jogja sebagai destinasi awal terus nyambung kereta ke Surabaya dan banyuwangi. Muter – muter sih jadinya tapi mau gimana lagi, nasib dpt gratisan cuy...

25 juli 2014, Jadilah kami yang berangkat 8 orang start Jakarta semua, ada abi yang sdh 2x ini lbh memilih ngetrip ketimbang lebaran bareng istri dan anak, baca : backpacker sejati, trus ada yoan teman baru dari backpacker Indonesia, #doi teriliminasi dr koper mjd ransel hehehhe. Wina temannya ulie, sepertinya dia biasa koper, tp ternyata bs nyaru jadi ransel juga #piss wina. Trus ada randi dan bagaz, yang berhasil diracunin utk lebaran dikampung orang, #ma men ma girl..ahaaha..

2 orang lagi, wanita tangguh yang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya dalam hal bolang membolang, nita : udah melanglang kemana2, uli = 4 tahun berturut2 tiap libur lebaran bareng gw ngegembel, so ga diragukan lagi sangat amat bisa diajak susah, love u ulie,mmmuachh…

Rencana tak semulus pahanya barbie

Prediksi gw bisa nyampe pagi dijogja meleset sangat amat jauh, bayangin aja 28 jam Jakarta – jogja, rekor bgt kan? Krn terlambat nyampe jogja, otomotis tiket kereta ke surabaya dan banyuwangi hangus bgitu saja, yang memang sudah dibeli jauh2 hari. Kali ini nasib petualang sejati sedang tidak beruntung. Jadilah kami naik bis menuju denpasar langsung dengan membayar 270rb, muaaahhaaaaalllll dan saya ga suka mahal, terpaksa dan mau ga mau hiikksssss.

Nyampe di denpasar sekitar jam 10 pagi, sarapan dan numpang mandi ditempat makan, kalau gw n bagas numpang mandinya di indom***, sekitar jam 12 kami sewa angkot menuju padang bai langsung dengan membayar 30rb per kepala.

KETEMU DUO MARTA
Tiba di padang bai, kami ketemu 2 orang bule STW #uppsss… yang menjadi sahabat jalan kami selama beberapa hari kedepan. Duo marta, yapp coz nama keduanya sama2 marta cuma beda penulisan namanya aja, yang 1 Martha dari brussel tp lama hidup di Jerman, orang nya royal banget dan baik, dan Marta 1 lg berasal dari Spanyol, orangnya smart dan real backpacker alias serba ngirit coy.. mungkin dia ingin survive selama masa pengembaraannya heheheh.

Masih ingat kan cerita gw kalau dipadang bai ini gw punya kenalan yang bisa ngasih gw diskon banyak untuk nyebrang ke Lombok? #dalam hati : lu pikir banyak yang baca blog lu mega??? Baca cerita gw di http://gamaudiem.blogspot.com/2012/12/dari-bis-pariwisata-gratis-hingga-truk.html

Sebenarnya gw dah lama tau kalau si abang yang suka ngasih gw diskon penyebrangan Bali – Lombok dipindahkan ke Sumatera, tapi gw pura2 tanya ke petugas loket keberadaan si abang. 

Gw “ selamat siang pak, kalau pak herbet dimana ya? #pasangmukabingung”

Petugas “ udah lama pindah tugas de #sambiljualtiket”

Gw “ yah..gimana dong ya, bisa dibantu ga pak, kami mau nyebrang ke Lombok, tapi duitnya ngepas banget. #pasangmukamelas”

Petugas “yah.. mau gimana lagi, emang kalian dari mana? Mau kemana dan mau ngapain? #mulaiiba”

Gw “ mau ke flores pak, penelitian komodo.. #mukamakinmelas”

Petugas “ yawdah coba cari pak “A”, ceritakan kondisi kalian #kenajebakan”

MENUJU LABUAN BAJO
Tanpa banyak pikir gw langsung beraksi dan kali ini ngajak wina yang sepertinya dia bisa dijadiin umpan untuk pasang muka melas atau muka merayu heheheh. Ga susah nyari si bapak yang dimaksud dan berikut percakapan kami :

Pak A “ memang kalian mahasiwa dari mana, koq hari lebaran begini  penelitian”

Gw “ justru karena lebaran adalah libur panjang, kesempatan kami utk jalan pak, terpaksa kami korbankan lebaran dengan keluarga”

Pak A “hmmm.. kasian juga ya, ya sudahlah, kalian bayar tiketnya 5 orang aja”

Sontak gw dan wina nyalim si bapak dan said thanks. Kembali ke loket kami langsung beli tiket untuk 5 orang. Tiket normalnya 40rb per orang karena diskount kami jadi bayar 25rb per org. Thanks  God.

Sepertinya kami akan tiba malam di Lombok, jadi kami memutuskan utk bermalam di Lombok, lagi pula randi, abi dan gagas harus sholat ied besoknya. Maka kami langsung menuju rumah bang icin, ketua orplas, yang namanya dijadikan nama salah satu jalur di rinjani kalau kita nanjak lewat selatan.

Sekitar jam  8 malam kami tiba dirumah bang icin, semua langsung ambil lapak untuk istirahat, yang masih bangun buat makan baberuk rock n roll cm gw, nita, dan para pria. Dan setelahnya kamipun Zzz…

Pagi2 waktu bangun, makanan besar sudah menunggu, sambil nunggu para pria sholat ied kami pun repacking dan sarapan, trus lanjut perjalanan menuju khayangan dengan diantar oleh teman2 orplas, sungguh baik hati sekali kawan – kawan dari orplas ini, saya tidak tau bagaimana membalas kebaikan kalian #edisi terharu….

SEPERTINYA MEREKA LELAH
Lombok – Labuan Bajo via darat dan laut

Perjalanan pergi menuju  daratan flores ini bisa dibilang lancar meski harus ada adegan ngotot2an dengan calo2 bis bahkan dengan penduduk lokal, untungnya teman2 seperjuangan termasuk 2 bule sabar dan ikut mendukung gw kalau gw sedang adu argument dengan calo2 bis. Tentu sahabat jalan semua tau, kalau saya ngotot itu karena apa, yupss… harga murah….

TIDUR 2 JAM BAYAR GOCENG
Akhirnya tibalah kami di tanah flores, Labuan bajo, segera gw hubungi yang punya kapal untuk nginap dikapal, soalnya sayang kalau harus nginap di hotel sementara besok pagi udah sailing. Baca : ngirit. Kami jalan2 untuk melihat kondisi Labuan bajo dimalam hari, dan sama seperti kuta atau gili trawangan, berserakan rambut2 pirang dan si hidung bangir, aghhhh kenapa gw serasa asing dinegeri gw sendiri ntahlah….

Start sailing sekitar jam 9 pagi, point pertama yang kami datangi adalah pulau kelor, amaze… sudah terlihat keindahan alam ditanah flores ini. Ga pake lama, semua temans termasuk si bule langsung beraksi nyeburin diri di pulau ini, gw sih pertamanya malas turun, karena cuaca saat itu panasnya poll, tapi si kapten kapal bilang kau dari bukit di pulau kelor tersebut kita akan melihat keindahan yang bisa bikin kagum, jadilah gw turun dari kapal dan nanjak bukit tersebut dan memang setelah sampai diatas gw cuma bisa bilang WEEWWWWWWW…..

PULAU KELOR
Dari pulau kelor kami menuju pulau rinca, tempat si komodo tinggal. Banyak bgt wisatawan yang berkunjung, sampai kami harus antri untuk mendapatkan guide yang akan membawa kami mengelilingi pulau rinca ini. Kami memilih medium trek, utk explore pulau rinca. Disini kami bertemu sekitar 5 komodo.

Panasnya cuaca ditambah jalur yang menanjak cukup buat gw ngos2an, tapi memang view yang didapat ga mengecewakan, indahnya alam Indonesia. . setelah dari pulau rinca kami ke pink beach, disini ada ojek perahu bagi yang malas berenang, bayarnya 15rb, ckup mahal padahal ga nyampe 5 menit udah turun dari ojeg tsb.
Dari pink beach menuju pula kalong, disini tempat kami bermalam. Ternyata banyak loh kapal2 yang juga bermalam dipulau kalong ini. Sayang sekali sudah malam jadi ga liat pulau kalong sebenarnya seperti apa.

Besok paginya kami menuju gili laba, disini treknya lumayan panjang dan terjal, tapi percayalah, rasa lelah ini terbayar saat melihat view gili laba, wonderfull, wonderfull and wonderfull, Cuma itu yang bisa kita sebutkan. Disini kami buat video amatir dengan menyanyikan lagu “tanah air ku” klik cuplikannya disini.

GILI LABA
Gili laba adalah destinasi terakhir kami, karena memang posisi gili laba agak diujung, selesai trecking dan narsis2an, temans yang lain lanjut snorkeling. Gw mah diatas aja sambil santap makan siang yang juara rasanya. Sekedar info, untuk sailing kami ambil paket live on board selama 2 hari 1 malam.

Kami nyampe lagi dilabuan bajo sudah sore, sebenarnya kami masih boleh nginap dikapal sebelum meninggalkan Labuan bajo, tapi sepertinya kami lebih memilih penginapan yang air tawarnya banyak, secara selama sailing kami mandi air tawar ga puas, dan lagi gw pribadi butuh wifi untuk kerjaan gw.

Kami nginap di hotel pelangi didekat lapangan bola, lumayan murah harganya, dapat sarapan dan wifinya lancar. kami ambil 2 kamar, sementara nita dan wina lanjut ngetrip ke kelimutu, dengan tujuan ruteng terlebih dahulu. Jadi perjalanan pulang ke Lombok kami misah dengan wina n nita.

Dari ikan teri berakhir di truk

Setelah beli tiket menuju sape, kurang lebih jam 9.30 kapal yang akan membawa kami berangkat, dan sayangnya kami ga dapat tempat untuk duduk, sepertinya hari itu banyak penumpang yang mempunya jurusan yang sama. Lagi sibuk2nya cari lapak, ada satu petugas kapal yang menawarkan kami untuk keatas, sontak saja kami ga nolak. Kami buka lapak persis disamping ruang kemudi. Belakangan baru kami sadar kalo ternyata kami naik kapal yang sama waktu kami berangkat dari sape menuju bajo, dan petugas yang menawarkan kami keatas ternyata kapten besarnya, thanx God.

TRUK SEKALIGUS HOTEL BERJALAN
Gelar matras, SB buat dan koran2 buat alas duduk/tidur, persis disamping ruang kemudi kapal, jadi dari tempat kami buka lapak bisa liat kegiatan crew kapal tsb. kayanya nasi goreng yang kami makan pagi tadi di hotel ga cukup nampol, yoan sm randy turun ke ruangan penumpang cari cemilan, karena disitu ada tukang jualan. Ga lama nunggu dtglah yoan sm randy bawa baskom sedang, rupanya isinya apel ijo. Jadi ceritanya yoan sm randy ke dapur kapal minjam pisau, minta garam sm cabe plus minjem baskom, dan kebetulan koki kapal lagi masak ikan teri sambel.

Sambil bawa apel ijo menuju kami, yoan cerita kalo ikan teri sambel yang dia liat didapur membuat laper dan membuat nafsu pengen makan. Krn kami makannya ngumpul dan ngerumunin apel pake garam sama cabe, crew kapal yg ada disitu lihat dan sepertinya mereka kasian.

Mungkin gaya kami makan apel plus garam itu norak atau apalah, yang jelas mengundang pertanyaan dari crew kapal yang ada dikabin tersebut. Nah kesempatan nih, selagi mereka nanya2 asal dan tujuan kami, gw pun ngelirik ke kaleng biscuit yang ada didalam, dan memaNg sepertinya mereka iba sama kondisi kami. 

Awalnya gw minta biscuit beberapa aja buat ganjel perut tapi malah disuruh bawa sekaleng2nya, dang w yang mmg kurang otaknya ga pikir panjang langsung bawa tuh kaleng biscuit keluar, langsung berebutan, padahal kalau di jkt mungkin biscuit ini ga disentuh. 

Memanglah dlm perjalanan itu makanan yang ga enak jd nikmat sekali apalagi GRATISSSS.
NIH DIA PENAMPAKAN IKAN TERI GRATIS
Ga cuma biscuit, kami pun dapat kopi walau cuma 2 gelas tapi itu rasanya beuhh lah. Teringat ikan teri yang lagi dimasak sesuai  info yoan, gw pun makin ga punya malu, minta nasi n ikan teri, dan yang anehnya itu crew kapal kaya kesirep atau mmg iba sm tampang gw y gembel ini, sepiring nasi dan ikan teri pun diberikan ke kami. Inikah rasanya dapat makan keran belas kasihan  bodo amatlah ya, yang penting makan...

Selesai makan, suasana pun jadi semakin akrab, kami puny nyoba nanya kemungkinan adakah truk yang bisa ditumpangin sampe Lombok, dan jawabnya ada. Sang kapten kapal manggil si supir langsung yang belakangan kami tahu namanya om alex asal ende. Tuhan benar2 bersama petualang sejati.

SAPE – LOMBOK 20RB SAJA

JADI KULI PANGGUL
Kapal cakalang 2 pun bersandar di pelabuhan sape, setelah perjalanan kurang lebih 4 jam, kami segera turun untuk naik ke truk. Tapi perjalanan naik truk ini ga gampang, kami harus ibut dulu sama calo2 bis yang ada dipelabuhan sape, mereka ga terima kalau kami naik truk tumpangan apalagi kami bawa bule 2 orang. yang gw heran adalah saat kami adu mulut polisi yang ada disitu cuma diam dan pura2 ga lihat. 

Untungnya kapten kapal yang sudah baik sama kami nglihat dan turun. Dengan bahasa yang kami ga ngerti akhirnya kami bisa naik tru tersebut. Padahal yang numpang di truk itu bukan cuma kami loh, ada penduduk lokal yang numpang, tapi ntah kenapa cuma kami yang dimarahin.

Penduduk lokal yang numpang itu pun ikut2an marahin kami pdahal sama2 numpang, mmg ga dimana2 yang namanya akamsi begitu kali ye.. mana saat mereka turun dengan sombongnya nyuruh nurunin barang2 mereka, untung aja kami bolang yang baik hati, tidak sombong lagi J

Perjalanan dari sape, bima dan sampe ke pelabuhan pototano memakan waktu satu harian, kami pun bermalam dihotel berjalan kami *baca : truk. Sekitar sore esok harinya kami tiba dipelabuhan kayangan, dan sudah dijemput oleh teman2 dari SAR lengkap dengan mobil rescue nya J Lombok berasa kampong sendiri padahal masih harus terbang ke jkt.

Cerita Nita dan wina menuju kalimutu.

Ga kalah seru cerita dari wina n nita menuju kelimutu. Setelah pisah dari kami di Labuan bajo, nita dan wina melanjutkan perjalanan mereka menuju ruteng, karena mobil yang menuju ende sudah tidak ada. Bermalam diruteng mereka mampir di bajawa, view desa bajawa tidak kalah menarin dengan wae rebo.

Ntah darimana dimulai nita dan wina dapat tumpangan nyaris sampai ende, dan yang ngasih tumpangan adalah seorang bapak dan anak yang masih berumur 6 tahun. Cerita seru yang kami dapat dr mereka kalau ternyata si bapak yang punya mobil lagi galau abis ditinggal istrinya, dan bapak tersebut kemana2 bawa golok. Nita dan wina pun bisa2nya diajak kondangan dan makan gratis di kondangan tersebut tanpa kenal yang punya hajatan siapa. Mungkin mereka berdua diangap istri baru si bapak tersebut ya hahaha

Pulang dari kelimutu pun duo petualang ini numpang truk yang katanya jalannya kaya keong untuk menuju Lombok. Di Lombok tempat yang dituju adalah basecamp SAR Lombok timur sama seperti kami yang pulang duluan 2 hari sebelumnya.

Inilah cerita perjalanan menuju komodo dan berakhir di Lombok, selanjutnya biar foto2 aja yang berbicara :)

Many Thanks to :
1.Jesus Christ for Your blessing  and guidance during this trip
2. Temans dari orplas dan SAR Lombok, Bang Icin, Bang Memet, Botol, Aruman, Barly, Aziz,    Basri dan Yhon, thanx sudah mau direpotkan
3.   Om alex, terima kasih tumpangannya om
4.  Duo Martha, thanx for joined with us
5. Kapten Kapal Cakalang, Kapten Wayan, Kapten Ivan dan crew lainnya
6. Dan terakhir untuk sahabat2ku, KALI, KABI, KANIT, KAWIN, KARAN, KAYO, KAGAS, thanks utk kebersamaan dalam gembel2 ceria, terus berpetualang guys sebab PETUALANGAN ITU TANPA BATAS, mmmuuuaacchhhh...i loveyou all
LEBARAN PERTAMA DI RUMAH BANG ICIN
NGELIWET DI BASECAMP SAR

POSE MANIS GILI LABA

LOB 2D 1N
PULAU RINCA - KOMODO

Minggu, 15 September 2013

Tragedi Lampung Palembang Berawal kurang manis, berlangsung setengah manis dan berakhir sangat manis


Jangan shock atau kaget atau curiga dulu dengan judul ceritaku x ini, baca dan selami #eaaaa ... baru kasih komeng eitss komen maksud gw

Seperti biasa menjelang libur lebaran gw dah buat persiapan untuk menjelajah (yaelah bahasanya) mumpung libur panjang. sempat terpikir mau jelajah pulau Komodo, tp mengingat libur tahun ini (2013) libur panjangnya sebelum lebaran maka batal deh jelajah pulau komodonya L

Seperti tahun2 sebelumnya, uli lah yang bisa diandalkan untuk dapatin transport gratis, karena setiap tahun perusahaan tempat uli kerja menyediakan mudik gratis, dan setelah ditimbang, dipikir dan diputuskanlah untuk jelajah Sumatera sedapatnya dengan numpang bis mudik gratis jurusan lampung.

Penjelajah episode x ini adalah srikandi2 tangguh ;) yakni fitri, ulie, nova, dina dan gw sendiri tentunya. Meeting point tanggerang kita berangkat menuju lampung sekitar jam 2 siang. Perjalanan lumayan lama karena macet saat masuk pelabuhan bakaheuni. Sekitar jam 1 dinihari kita nyampe terminal rajabasa. Kebayangkan gimana panasnya nih p***at J

Ternyata rencana ga semulus yang dibayangkan. Awalnya kita punya rencana gitu nyampe lampung, lanjut ke jambi, tapi bis menuju jambi dari jawa penuh dan padat. Sementara bis jambi dari lampung baru berangkat jam 8 – 9 pagi dengan harga yang waah menurut gw n temen2. meeting mendadak dengan hasil jambi dicoret dari list perjalanan, kami numpang tidur di PO (agen bus) jurusan jambi dan palembang.

Sambil nanya2 dengan orang yang kerja diagen tersebut, kami dapat info kalau ada satu tempat di perbatasan lampung dan palembang yang bagus untuk didatangin. Ongkosnya murah dan bisa dapat 2 tempat sekaligus kami pun memutuskan untuk memulai petualangan lampung – palembang.

Kami bayar Rp. 60rb untuk menuju tempat yang dibilang bagus tsb, perjalanan makan waktu kurang lebih 7jam, dengan bis yang menurut gw udah ga layak lagi untuk jalan. Dlm perjalanan menuju tempat ini kami melewati gunung tertinggi dilampung yaitu gunung pesaji didaerah liwa. Sampailah kami di terminal bayangan desa tersebut, dan tempat bagus yang kami akan datangin masih sekitar 15 menit lagi.

Dah jadi kebiasaan gw setiap backpackeran tempat curhat #loh, tempat aman maksud gw untuk bertanya adalah kantor polisi, maka kami pun nanya2 kekantor polisi soal tempat yang dibilang bagus tersebut. Cuma bayar Rp. 50rb kami sewa angkutan semacam engkel di lombok kami diantar ke tempat yang mau kami datangin.

Perlahan tapi pasti, satu persatu kami mulai membuka mulut, menurunkan kacamata dan mulai terpana, dan bilang wow, ternyata benar, tempat yang kami datangin ini bagus. Pasir putih dan ombaknya menjadi andalan pantai ini. Yes, pantai ini namanya KRUI, posisinya di lampung barat, dan menjadi surga bagi para peselancar bule2.
Meski masih memerlukan sentuhan tapi view pantai krui ajib, kami pun memutuskan untuk nginap 1 malam didaerah labuan jukung, dan losmen didaerah ini lumayan itu murah, dapat sarapan, free wifi lagi.

Menikmati Krui dipagi hari buat betah banget, tapi karena masih harus melanjutkan perjalanan ke danau ranau, tempat kedua yang direfrensiin oleh agen bus, maka jam 1 siang kami lanjutkan perjalanan menuju Kota Batu, lokasi DANAU RANAU.

KRUI BEACH
Dari Krui ke Danau Ranau, perjalanan kita masih bagus, nyewa angkot cuma bayar Rp.40rb, lama perjalanan 3jam, kami nyampe di danau ranau. Oh ia, waktu di Krui kami punya tetangga orang jepang tapi stay di french, dan doi ikut kami ke danau ranau.

Danau ranau adalah danau terbesar ke2 di Sumatera setelah danau toba. Sebenarnya untuk view danau ranau ini hampir sama seperti danau toba, dengan latar belakang bukit barisan, sawah serta pulau didanau tersebut. Tapi sayang danau yang menjadi kebanggaan 2 propinsi ini (lampung dan palembang) kurang mendapat perhatian dari pemda. Padahal danau ranau ini mempunyai keunikan, karena setau saya satu2nya danau yang dimiliki oleh 2 propinsi ya cuma danau ranau ini.



Setelah mandi air hangat dipulau yang ada di danau tsb, kami nyewa penginapan yang harga 1 kamarnya 50Rb. Karena si bule jepang ini ga terbiasa share room, maka jadilah kami ngambil 2 kamar, 1 kamar untuk sibule jepang, dan 1 kamar buat kami ber5. inilah pengalaman pertama gw, bayar penginapan Cuma 10RB J

Agak sedikit kecewa dengan tempat kedua ini, esok harinya kami lanjutkan perjalanan menuju palembang. Kami pisah disini dengan yuri-san (sibule jepang), doi kembali ke krui, dan kami melanjutkan perjalanan menuju palembang. Sebenarnya bisa aja kami kembali ke krui atau explore lampung lainnya, tapi krn agenda pertama waktu itu adalah, jambi – palembang dan lampung, dan kami sudah ambil tiket kereta jurusan palembang dan lampung, maka mau ga mau kami harus ke palembang. Sayang donk tiket keretanya hangus kalau ga jadi ke palembang.

Disinilah perjalanan kami berawal kurang manis dan berlangsung setengah manis. Kenapa gw bilang gitu, krn hari lebaran pertama dan kedua, tidak ada transportasi umum yang jalan. Ada juga travel tapi mahal, dan tau sendiri gw anti mahal hehehe.
danau ranau

Lumayan jauh kami jalan, ada sekitar 1 jam jalan, akhirnya kami dapat tumpangan mobil pick up penduduk yang menuju arah simpang sender. Just info dari danau ranau ke palembang akan melewati beberapa kota besar yaitu simpang sender, muara dua, batu raja, prabumulih baru palembang.

Lumayan dapat tumpangan sampai simpang sender, setidaknya menghemat 2 jam perjalanan. Sampai simpang sender, kami beruntung langsung dapat tumpangan truk pengangkut aspal, hehehhe.. tapi truknya ga lagi angkut aspal. Seperti yang gw bilang saking langkanya transportasi umum, truk aspal juga dijadikan angkutan buat silaturahmi. Lama perjalanan dari simpang sender ke muara dua kurang lebih 2 jam. Sedikit hopeless kami nunggu tumpangan berikutnya didepan alfamart muara dua, tapi x ini kurang beruntung 
Sempat dengar dari penduduk setempat, kalau dari baturaja itu bisa naik kereta langsung ke palembang. Karena infonya kereta malam ke palembang itu jam 9 malam, sementara waktu kami nunggu di depan alfa muara dua sudah jam 7, dan belum ada tanda2 akan dapat tumpangan, maka kami putuskan sewa angkot sampai batu raja. Menurut si supir perjalanan Cuma 1 jam. Tapi nyatanya 2jam lebih.

Perjalanan dari muara dua ke batu raja ngelewatin hutan2, rumah penduduk jarang banget. Dan jujur kami cewe2 pada takut dan mulai berpikir aneh2. secara jalur sumatera itu terkenal dengan bajing lompatnya, dan gara2 itu juga uli mendadak minta pisau dan dia pegang sepanjang jalan sampai batu raja. J. Pertanyaan gw adalah Ă«mang si uli berani nusuk si bajing lompat, kalau misalnya tiba2 nongol, paling pingsan duluan hehehe”

lapar santap buah kepayang saja

Akhirnya jam 9 kurang kami sampai di stasiun batu raja, kebetulan ada pos keamanan polisi, dan gw tanya tentang kereta ke palembang. Ternyata kereta ke palembang yang jam 9 malam itu adalah kereta executive. Karena udah malam, kami putuskan tidur dimushola stasiun. Tapi sempat ada kejadian yang kurang enak, sekitar jam 3an kami dibangunin dan diusir sama petugas stasiun, untungnya ada petugas lain, yang kayanya atasan si petugas yang usir kami ini, dan bapak ini memperbolehkan kami untuk melanjutkan tidur diruang tunggu executive, #Tuhan emang baik.

meski naik pick up tetap eksis
Jam 6 kami lanjutkan perjalanan, dianter sama pak polisi yang tadi malam jaga keamanan ke travel. Tapi bukan backpacker namanya klo naik travel #baca : ga ada ongkos, kami jalan kaki dan cari tumpangan lagi. Emang bener kata orang bijak, bahwa Tuhan selalu berpihak pada petualang sejati #cieeeeeeee

Jadi ceritanya waktu kami dianterin ke travel sm si bapak polisi, disitu ada 1 orang bapak, yang juga lagi nunggu sitravel tersebut berangkat. Travel akan berangkat kalau isi mobil penuh. Dan si bapak ini, harus buru2 buka gudang di prabumulih. Selagi kami jalan, travel ini ga taunya ngejar kami, dan tau apa? Bapak ini mau membayar ongkos travel buat kami 50% dari ongkos sebenarnya. Jadilah kami naik travel Cuma bayar setengah dari batu raja ke prabumulih. #Thanks Lord

Dari prabumulih ke palembang sekitar 2 jam lagi. Iseng2 liat dikontak hp, ternyata ada temen yang stay dipalembang. Yapss temen pendakian rinjani tahun lalu. Gw langsung kontak not2, dan pura2nya numpang mandi, padahal mau numpang tidur plus numpang makan, ngertilah ya klo soal kaya gini, hehehhe

Sampai di palembang, kami langsung ke rumah not2, dan disambut dengan makanan yang super amat bergizi. Amazing....
Dipalembang kami jalan2 ke sungai musi, pulau kamaro, makam raja2 palembang.
Karena udah ambil tiket kereta dari palembang ke lampung, maka besoknya pulang dari palembang kami naik kereta ke lampung.

Selama perjalanan dikereta, fitri kontak mantan bos nya waktu kerja ditempat yang lama. Namanya mba rose. Kebetulan mba rose orang lampung. Lagi2 modusnya numpang mandi, fitri mencoba rayuan mautnya. Ternyata pembaca yang budiman ( dikata koran kali ye), kami ga bisa numpang mandi dirumah mba rose, tapi kami disuruh mandi dan tidur di hotel a dan sudah dibayar oleh mba rose.

Udah dijemput pakai mobil bagus dari stasiun, diajak makan enak di  trus tidurnya dihotel pula wewww GRATIS itu manis sekali.....
Asli, waktu dihotel sifat norak itu muncul, secara sempat tidur ga jelas, diusir pula, dapet fasilitas enak, girang2 dan  lompat2 dong hehehh

malamnya kita keliling lampung pakai mobil bagus, besoknya ngemper lagi. Karena mba rose harus pulang kejakarta pagi2 sekali. Nyobain trans lampung sampe ke teluk betung dan mampir beli oleh2 yen2. #sedikit bingung ya, beli oleh2 bisa, tapi kenapa harus cari tumpangan gratis? Jawbnya selagi bisa gratis kenapa ngga, dana buat ongkos jadi bisa beli oleh2, heheheh

dari teluk betung kita masih naik bis sampai pasir putih. Karena memang kita mau mampir pasir putih, trus dari pasir putih kita naik pick up lagi sampai kalianda, # Pokoknya selama perjalanan ini, pick up dan truk menjadi transportasi favorit. dari kalianda baru kita naik bis menuju bakaheuni cuma bayar Rp. 10RB.

Karena nyampe di merak udah jam 11 malam, gw, nova n fitri memutuskan tidur di mushola merak, sementara uli dan dina lanjut ke bandung, karena memang mereka orang bandung.

Ini lah kenapa gw bilang sedikit manis, karena abis tidur dihotel ternyata masih kembali tidur dimushola. Tapi inilah perjalanan yang seru menurut gw, tragedi dari jalan kaki, diusir dan akhirnya dapat tumpangan gratis sampai tidur dihotel, dan kembali kerumah kami masing2 dengan selamat, bener2 akan jadi memori yang sangat manis buat hidup gw and temen2.

kamu bisa jalan kemana aja, tanpa harus mikirin dana, dan bagaimana kesana, asal waktumu cukup, asal terus berdoa, Tuhan akan lindungi dan kasih jalan, karena CARA ITU TANPA BATAS J

Special Thanks to :
  1. Jesus Christ, for save us
  2. Bapak supir pick up, truk aspal, thanks untuk tumpangannya
  3. bapak thanks udah bayarin kita
  4. Not n Mot sekeluarga, untuk tumpangan makan, minum dan tidurnya
  5. mba rose, untuk jemputan, makan gratis dan hotelnya
  6. dan terakhir untuk srikandi2 tangguh penggemar alam,  fitri, ulie, nova dan dina, kalian luar biasa, semoga ketemu lagi diperjalanan yang lebih seru dan dengan pasangan masing2, aaaamiiinnnnnnnnnnn










Kamis, 06 Desember 2012

Dari bis pariwisata gratis hingga truk sapi menjadi pelengkap RINJANIku



RINJANI mengajarkanku banyak hal.

Sebenarnya libur lebaran x ini gw pengen ke pulau Bangka, tp justru teman yang dari Bangka ngajakin nanjak ke Rinjani, ditambah lagi teman2 yang dijakarta, maka jadilah libur lebaran thn 2012 ini gw ke Lombok lagi, tapi main destinationnya GUNUNG RINJANI……

Personil nanjak rinjani (jiaaaa dikata band x yak pake “personil”) ada 11 org, ada dony “botak”, abhie, rani, rika, nenny “noth”, meyti “moth”, bobie, teguh, yang menurut gw sedikit stress, secara mereka itukan ngerayain lebaran, tapi bisa2nya milih gunung ketimbang lebaran sm keluarga. Dah bosan x yak lebaran dirumah hehhehehhe. Ditambah uli, Bang Tuah dang gw sendiri jadi total 11 orang . 
*Teguh dan Bang Tuah adalah kenalan dari forum BPI coz gw sempat open trip di forum tsb.
Manfaatin bis mudik gratis dimana salah satu teman yang ikut nanjak kerja disitu maka kami ambil tujuan akhir Surabaya. Lumayan banget hemat budget secara nyari tiket kereta rempong ciinn, naik bis pariwisata, dapat makan, dapat jaket, check up gratis pula. Tapi yang ikut bis ini Cuma 10 org karena tuah harus selesaikan pekerjaannya dulu, jadi dia naik kereta tujuan Surabaya.

Ada sedikit kejadian lucu waktu ikut bis mudik gratis ini, semua mata memandang aneh kearah kami, dikarenakan penampilan kami bukan seperti pemudik hehhehe, apalagi si rani dengan celana pendek yang ga seberapa itu plus earphone walaupun pinjaman (#lirik rani). Emang sih gw n genk sdh ambil jatah pemudik tapi yaaaa menurut gw ini lah bekpeker, apapun itu sah demi trip hemat karena CARA ITU TANPA BATAS.

Untungnya bang tuah duluan nyampe Surabaya, jadi dia bia ambil tiket banyuwangi. Ketemuan di stasiun gedangan kami semua dapat tiket menuju banyuwangi seharga Rp. 30.000. Kira-kira jam 11 malam kami tiba distasiun banyuwangi, dan lanjut ke pelabuhan ketapang dengan berjalan kaki. Sebelum naik kapal kami bersih2 dulu dipelabuhan ketapang, gw sendiri manfaatin buat ngecharge hp
Dengan membayar 7000 kami naik kapal menuju pelabuhan gilimanuk Bali. Sebenarnya harga normal tiket kapal dari ketapang menuju gilimanuk Cuma 6000. Kurang lebih satu jam kami tiba di pelabuhan gilimanuk dan semua bersorak baliiiii…..baliiiiii padahal Cuma pinggiran bali doank pemirsa :P

Kami sempat masuk TV loh waktu pemeriksaan KTP, bahkan sempat diwawancarai juga, katanya untuk liputan seputar mudik. Sambil berjalan kea rah terminal gilimanuk kami tawar menawar dengan calo2 bis menuju lembar. Sedikit yang gw sesalkan untuk calo2 di bali n Lombok khususnya daerah pelabuhan agak kurang bersahabat, menurut gw. Setelah menunggu dan beberapa teman gw sahur maka kami dpt bis langsung menuju pelabuhan padang bai dengan membayar ongkos 30.000.
Perjalanan menuju padangbai sedikit menguji adrenalin pemirsa, krn supirnya bawa bis nya aajjiiiibbb, dan walhasail beberapa teman2 gw muntah dan ga bias tidur. Bahkan ada mot2 sampe jatuh, gara2 si bapak supir bawanya rada stress.

Jam 6 lebih sedikit kami tiba di pelabuhan padang bai, dan sebagian teman gw manfaatin buat mandi dan sarapan bg yang ga puasa. Sementara gw keliling cari kenalan gw tahun lalu, yang pernah nolongin gw sewaktu ribut2 dengan calo2 padang bai.
Tuhan emang berpihak pada petualang2 sejati (assekkk….) gw ketemu kembali sm bang damanik petugas DLLAJ pelabuhan padang bai, dan yang asiknya dia masih ingat kejadian tahun lalu, walau dia sempat lupa ma wajah gw n uli. Diajakin makan dan speak2 sedikit, jadilah kami Cuma bayar 5 tiket untuk penyebrangan ke lembar. #tiket @36.000.

4 jam lamanya penyebrangan, kami nyampe pelabuhan lembar Lombok sekitar jam 11an, dan segera cari bis menuju terminal mandalika. Saat itu kami membayar sekitar 15rb per org. tiba di terminal mandalika kami makan siang sebentar kemudian lanjut ke desa pancor, untuk stay dan bermalam dirumah teman yang ada di pancor. Kami mendapat tumpangan dari anak2 orplas, yakni organisa pencinta alam untuk wilayah Lombok timur.
Akhirnya kami tiba di rumah bang icin sang ketua ORPLAS, mandi dan makan. Malamnya kami mengitari daerah pancor krn kebetulan malam kami tiba di pancor bersamaan dengan malam takbiran. Seru banget bisa merasakan malam takbiran di kampung orang J
Minggu 19 Agust 2012, Sambil nunggu teman2 yang sholat ied kami packing buat bawa perlengkapan yang akan dibawa selama nanjak. Setelah sarapan pagi sekitar jam 10 pagi kami berangkat menuju desa sembalun ditemani teman anak orplas yang menjadi guide kami selama pendakian. Ian selaku leader dan yhon selaku sweaper.

Gw sempat jekpot sewaktu perjalanan menuju sembalun, dikarenakan jalanan yang berkelok2. Kurang lebih 1jam kami tiba di desa sembalun. Setelah registrasi kami bersiap2 melakukan pendakian menuju puncak rinjani, dan disinilah petualangan itu dimulai…. Cekidott……

Awal pendakian kami melewati kebun/ladang penduduk yang ditanami tomat sama cabe. Musim kemarau sangat terasa dan ini yang membuat pendakian serasa berat. Start pendakian kami waktu itu jam 12 siang, jadi kebayang dunk panasnya,..#huh

Kayanya bakal kemalaman nyampe pelawangan maka kami sepakat buat bermalam di pos 3, mana kaki si teguh bermasalah. Yang cowo2 diriin tenda, semntara yang cewe2 siapin masakan. Pendakian hari pertama belum bgitu terasa cape, dan suasana di pos 3 ga begitu dingin.  Ditengah kegelapan malam si botak teriak kenceng2, gw sempet mikir jangan2 ni anak kesurupan, ga taunya karena kakinya dipencet iyan, coz doi juga rada bermasalah kakinya.

Bangun pagi dengan sarapan ala kadarnya gw n tim lanjut pendakian. Tp ga tau kenapa ditengah2 perjalanan, gw mulai ngerasa beratnya medan yang akan gw daki, di pos extra gw nangis dan nyaris minta pulang, untung yhon sang sweaper bisa kasih semangat, dan gw lanjut pendakian. Kami tiba di pelawangan sekitar jam 5 sore. Pelawangan sembalun dingin banget….bbrrrrrrrr…rrrrrr

Masih kebayang perjuangan buat summit, apalagi diletter E, penuh air mata, jadi gw ga mau muncak lagi, lebih baik gw tunggu di tenda sambil siapin makanan buat temen2 yang nanti turun. Waktu gw bangun ternyata botak, bobby n teguh juga ga muncak. Untuk sibotak baru x ini gw liat dia hopeless banget heheh, padahal waktu di gede doi brkoar mulu, tp dengan rinjani doi minkem hhahahahaha.
Temen2 yang muncak trnyata telat naiknya, jadi turun juga telat. Waktu mereka turun sekitar jam 3 sore, mukanya pada lemes dan baru diketahui mereka semuanya nangis saat muncak, hehehhe. Akhirnya mereka juga ngerasain apa yang gw rasakan 3 tahun yang lalu.

Sore itu juga kami mutuskan buat turun kedanau, tapi krn sebagian teman2 yang baru turun kecapean, jadi dibuat 2 group. Group pertama yang turun yaitu tetap iyan sbg leader, diikuti rika, abhie, botak, teguh, bobby dan g w sendiri.  kami nyampe didanau segara anakan sekitar jam 9 malam, sementara group ke2 yakni yhon, tuah, rani, mot, not n ulie nyampe jam 12 malam.
 
2 malam didanau segara anakan, kami menyusuri danau dan air panas, yang cowo2 curang pergi ke Goa susu ga ngajak2 cewe2nya L. Alesannya sih karena kami sibuk mancing. Didanau segara anakan makan ikan mpe bosan, ikannya banyak banget. Kami dapat ikan dari temen2 yang juga ngecamp disana. Yang ga terlupakan adalah sambal totok yang super pedes khas lombok, makan pake ikan baker waww perfect #acungjempolah

Sekitar jam 10an kami meninggalkan danau tuk kembali ke kota, dan jujur berat banget buat melangkah. Bukan karena masih betah di danau, tapi medan yang harus dilalui buat nagis lagi, karena harus nanjak lagi sampe kepelawangan sembalun. Kami naik dan turun lewat sembalun, dikarenakan kondisi peserta dirasa ga akan kuat kalo harus lewat senaru. Gw sendiri mau pingsan saat nanjak menuju pelawangan. Dan jadilah kami kemalaman lagi.

Bang Icin telp nanya kondisi peserta, dan kami disarankan buat bermalam lagi, tapi sempat bingung karena logistic dah habis, ditambah kami semua dah rindu mama #@cieeeeeeeeeeeeee. Bersyukur dipos 3 kami ketemu anak jejak dan orplas, jadi untuk urusan logistic kami tenang. Hehehehhe
23 agustus 2012 kami resmi meninggalkan Rinjani dan kembali ke peradaban sesungguhnya ( euphoria pengen balik kekota) sekitar jam 12 siang kami sampe di desa sembalun, langsung nyerbu warung, dan benar2 rindu sama yang namanya ngeluarin duit, secara digunung rupiah apalagi dollar ga berlaku, hehehehehe

Wajah2 kelelahan dan rindu kasur jelas bgt dimuka kami semua, di perjalanan menuju rumah bang icin semua peserta tidur, tanpa terkecuali, bahkan ion ma ian yang dah biasa nanjak rinjani aja tepar J. Sepertinya cm bang icin dan sopir yang bangun selama perjalanan itu, dan gw sndiri jujur pengen banget tidur sambiul dipijit dan ga ada yang boleh ganggu (sadissssss).

Nyampe rumah bang icin, semua sibuk dengan kegiatan masing2, ada yang tidur, ada yang mandi dan ada yang langsung cari makan ky gw. Malam harinya kami main ke daerah pasar untuk cari oleh2. Gw sendiri untuk oleh2 makanan beli dodol rumput laut sama trombolok.

Berat banget rasanya mau buka mata untuk bangun pagi, tapi kudu bangun soalnya kami kan harus pulang kejkt. Bang Tuah dah ilang aja waktu kami bangun pagi2, coz doi harus kejar bis yang ke BIMA. Setelah sarapan km siap2 pulang, dan mulailah rasa sedih hati ini muncul dan berkata “Mengapakah kita harus berjumpa (bruri mode on)” #alayhehehheehhe.

Hunting oleh2 didaerah cakra, anak2 pada kalap kayanya beli kaos yang semuanya bertuliskan Rinjani. Ga lama kemudian kitapun beneran pisah ma bang icin. Noth n moth tinggal coz mrk by pesawat, dan sisa 8 orang lagi yang meggunakan jalur darat.

Berharap dpt makanan gratis dan syukur2 bisa dpt tambahan ongkos :p km hub bang damanik yang kerja di pelabuhan padangbai, dan beneran dpt makan gratisss lagi, ga pake malu ga pake nanti, sikaaaaaattttttt hahahhaha

Sempat ngegembel di Bali nungguin truk lewat tp ga dpt L. Akhirnya naik bis juga mpe banyuwangi. Nyampe banyuwangi pagi, hunting tiket ke sby abissss, nekad beli tiket cm nympe jember dgn tujuan sby bukannya untung malah buntung. Kami ketauan klo tiket trnyata cm smpe jember dan jadilah kami diturunin massal di stasiun, dan semua mata memandang kami seolah2 kami penjahat.

Menyusuri jalanan jember kami ga tau harus kemana, masing2 liat isi dompet yang rata2 isinya cukup memprihatinkan. Hampir 2 jam jalan, sambil mainin jempol alias nyetop truk2 y lewat dan akhirnya kami dpt tumpangan mobil bak kebuka. Kaya dpt undian km smua triak kegirangan dan begitu mobil bak dibuka, criiiinggggggggg, pemandangan dan aroma tak sedap menyambut kami. Yap, eek sapi temans pmandangan pertama saat pintu mobil bak itu dibuka. Ternyata mobil itu baru aja mengangkut sapi, ga ada pilihan daripada ga pulang, kami naik dan menikmati sajian khas mobil bak tsb hehehehe.

Sibapak supir cukup baik, km dikasih jeruk dan lumayanlah buat isi perut dan nasib baiknya ternyata si bapak supir sore itu juga mau ke jonggol buat antar sapi. Ada 3 truk yang jln ke jonggol bareng sibapak, dan jadilah kami 1 truk ma sapi sepanjang perjalanan dr lumajang smpe Jakarta. Bukan Cuma sapi, ada ayam juga. Sempat dipatokin sm ayam paha gw lg enak2 tidur, belum tuh ayam sempat lepas, gabung ma sapi2. Mau ga mau km turun nangkep tuh ayam, coz klo mpe tuh ayam terbang bisa diturunin lg sm supir truk.

Perjalanan lumayan panjang dan melelahkan tapi setidaknya banyak cerita dan pelajaran yang kami dapat. Tiba dengan selamat dirumah masing2, dan sungguh perjalanan ini ga akan terlupa, setidaknya itu kata temenn-temen.  Ga ada yang susah saat kita menghadapinya bersama2 sbab CARA itu tanpa BATAS.

Special thanks to :
  1. Jesus Christ for the blessing n saving our trip
  2. Bang Icin dan kawans orplas, iyan dan yhon, thanks bgt buat tumpangannya, buat persahabatan y terjalin. 9 Bukit penderitaan kita lewati bersama, tanjakan terlalu kita tutunin bersama dan 1 hal Baberuk rock n rollnya ga terlupakan euyyyyyyy hehehehe
  3. Bang damanik, jgn kapok ya gratisin kita lagi #loh
  4. Bapak supir dan keluarga madura di Surabaya, terimakasih buat tumpangannya. Salam sama sapi2nya J
  5. Dan terakhir Botaq, abi, rika, rani, uli, bobbi, moth, noth, teguh, dan bang Tuah, Thanks untuk kebersamaan ini kawans, untuk sama2 dlm suka dan duka, untuk sama2 ngegembel dibali dan jember, kalian semua luar biasa, mmuaacchhhhhhh. #peluksatusatu