Kamis, 06 Desember 2012

Dari bis pariwisata gratis hingga truk sapi menjadi pelengkap RINJANIku



RINJANI mengajarkanku banyak hal.

Sebenarnya libur lebaran x ini gw pengen ke pulau Bangka, tp justru teman yang dari Bangka ngajakin nanjak ke Rinjani, ditambah lagi teman2 yang dijakarta, maka jadilah libur lebaran thn 2012 ini gw ke Lombok lagi, tapi main destinationnya GUNUNG RINJANI……

Personil nanjak rinjani (jiaaaa dikata band x yak pake “personil”) ada 11 org, ada dony “botak”, abhie, rani, rika, nenny “noth”, meyti “moth”, bobie, teguh, yang menurut gw sedikit stress, secara mereka itukan ngerayain lebaran, tapi bisa2nya milih gunung ketimbang lebaran sm keluarga. Dah bosan x yak lebaran dirumah hehhehehhe. Ditambah uli, Bang Tuah dang gw sendiri jadi total 11 orang . 
*Teguh dan Bang Tuah adalah kenalan dari forum BPI coz gw sempat open trip di forum tsb.
Manfaatin bis mudik gratis dimana salah satu teman yang ikut nanjak kerja disitu maka kami ambil tujuan akhir Surabaya. Lumayan banget hemat budget secara nyari tiket kereta rempong ciinn, naik bis pariwisata, dapat makan, dapat jaket, check up gratis pula. Tapi yang ikut bis ini Cuma 10 org karena tuah harus selesaikan pekerjaannya dulu, jadi dia naik kereta tujuan Surabaya.

Ada sedikit kejadian lucu waktu ikut bis mudik gratis ini, semua mata memandang aneh kearah kami, dikarenakan penampilan kami bukan seperti pemudik hehhehe, apalagi si rani dengan celana pendek yang ga seberapa itu plus earphone walaupun pinjaman (#lirik rani). Emang sih gw n genk sdh ambil jatah pemudik tapi yaaaa menurut gw ini lah bekpeker, apapun itu sah demi trip hemat karena CARA ITU TANPA BATAS.

Untungnya bang tuah duluan nyampe Surabaya, jadi dia bia ambil tiket banyuwangi. Ketemuan di stasiun gedangan kami semua dapat tiket menuju banyuwangi seharga Rp. 30.000. Kira-kira jam 11 malam kami tiba distasiun banyuwangi, dan lanjut ke pelabuhan ketapang dengan berjalan kaki. Sebelum naik kapal kami bersih2 dulu dipelabuhan ketapang, gw sendiri manfaatin buat ngecharge hp
Dengan membayar 7000 kami naik kapal menuju pelabuhan gilimanuk Bali. Sebenarnya harga normal tiket kapal dari ketapang menuju gilimanuk Cuma 6000. Kurang lebih satu jam kami tiba di pelabuhan gilimanuk dan semua bersorak baliiiii…..baliiiiii padahal Cuma pinggiran bali doank pemirsa :P

Kami sempat masuk TV loh waktu pemeriksaan KTP, bahkan sempat diwawancarai juga, katanya untuk liputan seputar mudik. Sambil berjalan kea rah terminal gilimanuk kami tawar menawar dengan calo2 bis menuju lembar. Sedikit yang gw sesalkan untuk calo2 di bali n Lombok khususnya daerah pelabuhan agak kurang bersahabat, menurut gw. Setelah menunggu dan beberapa teman gw sahur maka kami dpt bis langsung menuju pelabuhan padang bai dengan membayar ongkos 30.000.
Perjalanan menuju padangbai sedikit menguji adrenalin pemirsa, krn supirnya bawa bis nya aajjiiiibbb, dan walhasail beberapa teman2 gw muntah dan ga bias tidur. Bahkan ada mot2 sampe jatuh, gara2 si bapak supir bawanya rada stress.

Jam 6 lebih sedikit kami tiba di pelabuhan padang bai, dan sebagian teman gw manfaatin buat mandi dan sarapan bg yang ga puasa. Sementara gw keliling cari kenalan gw tahun lalu, yang pernah nolongin gw sewaktu ribut2 dengan calo2 padang bai.
Tuhan emang berpihak pada petualang2 sejati (assekkk….) gw ketemu kembali sm bang damanik petugas DLLAJ pelabuhan padang bai, dan yang asiknya dia masih ingat kejadian tahun lalu, walau dia sempat lupa ma wajah gw n uli. Diajakin makan dan speak2 sedikit, jadilah kami Cuma bayar 5 tiket untuk penyebrangan ke lembar. #tiket @36.000.

4 jam lamanya penyebrangan, kami nyampe pelabuhan lembar Lombok sekitar jam 11an, dan segera cari bis menuju terminal mandalika. Saat itu kami membayar sekitar 15rb per org. tiba di terminal mandalika kami makan siang sebentar kemudian lanjut ke desa pancor, untuk stay dan bermalam dirumah teman yang ada di pancor. Kami mendapat tumpangan dari anak2 orplas, yakni organisa pencinta alam untuk wilayah Lombok timur.
Akhirnya kami tiba di rumah bang icin sang ketua ORPLAS, mandi dan makan. Malamnya kami mengitari daerah pancor krn kebetulan malam kami tiba di pancor bersamaan dengan malam takbiran. Seru banget bisa merasakan malam takbiran di kampung orang J
Minggu 19 Agust 2012, Sambil nunggu teman2 yang sholat ied kami packing buat bawa perlengkapan yang akan dibawa selama nanjak. Setelah sarapan pagi sekitar jam 10 pagi kami berangkat menuju desa sembalun ditemani teman anak orplas yang menjadi guide kami selama pendakian. Ian selaku leader dan yhon selaku sweaper.

Gw sempat jekpot sewaktu perjalanan menuju sembalun, dikarenakan jalanan yang berkelok2. Kurang lebih 1jam kami tiba di desa sembalun. Setelah registrasi kami bersiap2 melakukan pendakian menuju puncak rinjani, dan disinilah petualangan itu dimulai…. Cekidott……

Awal pendakian kami melewati kebun/ladang penduduk yang ditanami tomat sama cabe. Musim kemarau sangat terasa dan ini yang membuat pendakian serasa berat. Start pendakian kami waktu itu jam 12 siang, jadi kebayang dunk panasnya,..#huh

Kayanya bakal kemalaman nyampe pelawangan maka kami sepakat buat bermalam di pos 3, mana kaki si teguh bermasalah. Yang cowo2 diriin tenda, semntara yang cewe2 siapin masakan. Pendakian hari pertama belum bgitu terasa cape, dan suasana di pos 3 ga begitu dingin.  Ditengah kegelapan malam si botak teriak kenceng2, gw sempet mikir jangan2 ni anak kesurupan, ga taunya karena kakinya dipencet iyan, coz doi juga rada bermasalah kakinya.

Bangun pagi dengan sarapan ala kadarnya gw n tim lanjut pendakian. Tp ga tau kenapa ditengah2 perjalanan, gw mulai ngerasa beratnya medan yang akan gw daki, di pos extra gw nangis dan nyaris minta pulang, untung yhon sang sweaper bisa kasih semangat, dan gw lanjut pendakian. Kami tiba di pelawangan sekitar jam 5 sore. Pelawangan sembalun dingin banget….bbrrrrrrrr…rrrrrr

Masih kebayang perjuangan buat summit, apalagi diletter E, penuh air mata, jadi gw ga mau muncak lagi, lebih baik gw tunggu di tenda sambil siapin makanan buat temen2 yang nanti turun. Waktu gw bangun ternyata botak, bobby n teguh juga ga muncak. Untuk sibotak baru x ini gw liat dia hopeless banget heheh, padahal waktu di gede doi brkoar mulu, tp dengan rinjani doi minkem hhahahahaha.
Temen2 yang muncak trnyata telat naiknya, jadi turun juga telat. Waktu mereka turun sekitar jam 3 sore, mukanya pada lemes dan baru diketahui mereka semuanya nangis saat muncak, hehehhe. Akhirnya mereka juga ngerasain apa yang gw rasakan 3 tahun yang lalu.

Sore itu juga kami mutuskan buat turun kedanau, tapi krn sebagian teman2 yang baru turun kecapean, jadi dibuat 2 group. Group pertama yang turun yaitu tetap iyan sbg leader, diikuti rika, abhie, botak, teguh, bobby dan g w sendiri.  kami nyampe didanau segara anakan sekitar jam 9 malam, sementara group ke2 yakni yhon, tuah, rani, mot, not n ulie nyampe jam 12 malam.
 
2 malam didanau segara anakan, kami menyusuri danau dan air panas, yang cowo2 curang pergi ke Goa susu ga ngajak2 cewe2nya L. Alesannya sih karena kami sibuk mancing. Didanau segara anakan makan ikan mpe bosan, ikannya banyak banget. Kami dapat ikan dari temen2 yang juga ngecamp disana. Yang ga terlupakan adalah sambal totok yang super pedes khas lombok, makan pake ikan baker waww perfect #acungjempolah

Sekitar jam 10an kami meninggalkan danau tuk kembali ke kota, dan jujur berat banget buat melangkah. Bukan karena masih betah di danau, tapi medan yang harus dilalui buat nagis lagi, karena harus nanjak lagi sampe kepelawangan sembalun. Kami naik dan turun lewat sembalun, dikarenakan kondisi peserta dirasa ga akan kuat kalo harus lewat senaru. Gw sendiri mau pingsan saat nanjak menuju pelawangan. Dan jadilah kami kemalaman lagi.

Bang Icin telp nanya kondisi peserta, dan kami disarankan buat bermalam lagi, tapi sempat bingung karena logistic dah habis, ditambah kami semua dah rindu mama #@cieeeeeeeeeeeeee. Bersyukur dipos 3 kami ketemu anak jejak dan orplas, jadi untuk urusan logistic kami tenang. Hehehehhe
23 agustus 2012 kami resmi meninggalkan Rinjani dan kembali ke peradaban sesungguhnya ( euphoria pengen balik kekota) sekitar jam 12 siang kami sampe di desa sembalun, langsung nyerbu warung, dan benar2 rindu sama yang namanya ngeluarin duit, secara digunung rupiah apalagi dollar ga berlaku, hehehehehe

Wajah2 kelelahan dan rindu kasur jelas bgt dimuka kami semua, di perjalanan menuju rumah bang icin semua peserta tidur, tanpa terkecuali, bahkan ion ma ian yang dah biasa nanjak rinjani aja tepar J. Sepertinya cm bang icin dan sopir yang bangun selama perjalanan itu, dan gw sndiri jujur pengen banget tidur sambiul dipijit dan ga ada yang boleh ganggu (sadissssss).

Nyampe rumah bang icin, semua sibuk dengan kegiatan masing2, ada yang tidur, ada yang mandi dan ada yang langsung cari makan ky gw. Malam harinya kami main ke daerah pasar untuk cari oleh2. Gw sendiri untuk oleh2 makanan beli dodol rumput laut sama trombolok.

Berat banget rasanya mau buka mata untuk bangun pagi, tapi kudu bangun soalnya kami kan harus pulang kejkt. Bang Tuah dah ilang aja waktu kami bangun pagi2, coz doi harus kejar bis yang ke BIMA. Setelah sarapan km siap2 pulang, dan mulailah rasa sedih hati ini muncul dan berkata “Mengapakah kita harus berjumpa (bruri mode on)” #alayhehehheehhe.

Hunting oleh2 didaerah cakra, anak2 pada kalap kayanya beli kaos yang semuanya bertuliskan Rinjani. Ga lama kemudian kitapun beneran pisah ma bang icin. Noth n moth tinggal coz mrk by pesawat, dan sisa 8 orang lagi yang meggunakan jalur darat.

Berharap dpt makanan gratis dan syukur2 bisa dpt tambahan ongkos :p km hub bang damanik yang kerja di pelabuhan padangbai, dan beneran dpt makan gratisss lagi, ga pake malu ga pake nanti, sikaaaaaattttttt hahahhaha

Sempat ngegembel di Bali nungguin truk lewat tp ga dpt L. Akhirnya naik bis juga mpe banyuwangi. Nyampe banyuwangi pagi, hunting tiket ke sby abissss, nekad beli tiket cm nympe jember dgn tujuan sby bukannya untung malah buntung. Kami ketauan klo tiket trnyata cm smpe jember dan jadilah kami diturunin massal di stasiun, dan semua mata memandang kami seolah2 kami penjahat.

Menyusuri jalanan jember kami ga tau harus kemana, masing2 liat isi dompet yang rata2 isinya cukup memprihatinkan. Hampir 2 jam jalan, sambil mainin jempol alias nyetop truk2 y lewat dan akhirnya kami dpt tumpangan mobil bak kebuka. Kaya dpt undian km smua triak kegirangan dan begitu mobil bak dibuka, criiiinggggggggg, pemandangan dan aroma tak sedap menyambut kami. Yap, eek sapi temans pmandangan pertama saat pintu mobil bak itu dibuka. Ternyata mobil itu baru aja mengangkut sapi, ga ada pilihan daripada ga pulang, kami naik dan menikmati sajian khas mobil bak tsb hehehehe.

Sibapak supir cukup baik, km dikasih jeruk dan lumayanlah buat isi perut dan nasib baiknya ternyata si bapak supir sore itu juga mau ke jonggol buat antar sapi. Ada 3 truk yang jln ke jonggol bareng sibapak, dan jadilah kami 1 truk ma sapi sepanjang perjalanan dr lumajang smpe Jakarta. Bukan Cuma sapi, ada ayam juga. Sempat dipatokin sm ayam paha gw lg enak2 tidur, belum tuh ayam sempat lepas, gabung ma sapi2. Mau ga mau km turun nangkep tuh ayam, coz klo mpe tuh ayam terbang bisa diturunin lg sm supir truk.

Perjalanan lumayan panjang dan melelahkan tapi setidaknya banyak cerita dan pelajaran yang kami dapat. Tiba dengan selamat dirumah masing2, dan sungguh perjalanan ini ga akan terlupa, setidaknya itu kata temenn-temen.  Ga ada yang susah saat kita menghadapinya bersama2 sbab CARA itu tanpa BATAS.

Special thanks to :
  1. Jesus Christ for the blessing n saving our trip
  2. Bang Icin dan kawans orplas, iyan dan yhon, thanks bgt buat tumpangannya, buat persahabatan y terjalin. 9 Bukit penderitaan kita lewati bersama, tanjakan terlalu kita tutunin bersama dan 1 hal Baberuk rock n rollnya ga terlupakan euyyyyyyy hehehehe
  3. Bang damanik, jgn kapok ya gratisin kita lagi #loh
  4. Bapak supir dan keluarga madura di Surabaya, terimakasih buat tumpangannya. Salam sama sapi2nya J
  5. Dan terakhir Botaq, abi, rika, rani, uli, bobbi, moth, noth, teguh, dan bang Tuah, Thanks untuk kebersamaan ini kawans, untuk sama2 dlm suka dan duka, untuk sama2 ngegembel dibali dan jember, kalian semua luar biasa, mmuaacchhhhhhh. #peluksatusatu

1 komentar:

Dede mengatakan...

kesimpulannya satu : pingggiiiinnnnnn.....